Pekan Antariksa Dunia 2026: Tema Rocket Revolution, Sejarah, Makna dan Agenda di Indonesia

Pekan Antariksa Dunia 2026 berlangsung pada 4–10 Oktober dengan tema Rocket Revolution yang menyoroti perubahan besar teknologi peluncuran dan makin terbukanya akses menuju luar angkasa. Momentum tahun ini terasa berbeda karena roket reusable dan industri antariksa komersial membuat eksplorasi ruang angkasa tidak lagi identik dengan program pemerintah raksasa.

Bagi masyarakat umum, istilah revolusi roket mungkin terdengar seperti sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal perkembangan teknologi antariksa berkaitan dengan satelit komunikasi, navigasi, pengamatan Bumi, prakiraan cuaca dan berbagai layanan yang digunakan manusia setiap hari.

Dari sisi sejarah, rentang 4–10 Oktober bukan dipilih secara acak. Tanggal 4 Oktober 1957 menandai peluncuran Sputnik 1 sedangkan 10 Oktober 1967 berkaitan dengan berlakunya Outer Space Treaty sebagai salah satu fondasi hukum internasional dalam pemanfaatan ruang angkasa.

Dampaknya juga terasa di Indonesia. Sejumlah kegiatan edukasi antariksa hadir dalam bentuk pameran, planetarium, pengamatan Matahari dan eksperimen roket air sehingga pembahasan teknologi luar angkasa bisa didekatkan kepada pelajar serta masyarakat umum.

Pekan Antariksa Dunia 2026 Diperingati Kapan?

Pekan Antariksa Dunia 2026 diperingati secara global pada 4–10 Oktober. Perayaan ini merupakan agenda internasional yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengapresiasi kontribusi sains dan teknologi antariksa terhadap kehidupan manusia serta mendorong edukasi, inspirasi generasi muda dan kerja sama internasional.

TahunTanggalTema
20264–10 OktoberRocket Revolution
20254–10 OktoberTema 2025
Setiap tahun4–10 OktoberTema berbeda

Pekan Antariksa Dunia dikenal secara internasional sebagai World Space Week. PBB menetapkannya melalui Resolusi Majelis Umum 54/68 pada 6 Desember 1999.

Pemilihan periode tersebut mempunyai dasar sejarah yang kuat. Pada 4 Oktober 1957 Sputnik 1 diluncurkan dan menjadi satelit buatan manusia pertama yang mengorbit Bumi.

Tanggal 10 Oktober juga mempunyai arti penting. Pada 1967 Treaty on Principles Governing the Activities of States in the Exploration and Use of Outer Space mulai berlaku.

Dua peristiwa itu menggambarkan perjalanan manusia dari keberhasilan mencapai orbit menuju pembentukan prinsip internasional dalam aktivitas luar angkasa. Karena itu World Space Week bukan sekadar perayaan astronomi.

Peringatan tersebut juga menjadi ruang untuk melihat hubungan antara teknologi antariksa dan kehidupan manusia. Fokusnya mencakup pendidikan, inovasi, kerja sama serta pemanfaatan ruang angkasa secara damai.

Apa Tema Pekan Antariksa Dunia 2026?

Tema Pekan Antariksa Dunia 2026 adalah Rocket Revolution atau Revolusi Roket. Tema ini menyoroti perubahan cepat pada sistem peluncuran yang membuat akses ke luar angkasa semakin terbuka melalui teknologi reusable, penyedia peluncuran komersial, universitas, startup dan aktor antariksa baru.

AspekRocket Revolution 2026Dampak
RoketTeknologi reusablePenggunaan lebih efisien
PeluncuranKomersialisasiAkses makin luas
PendidikanTim universitasTalenta baru
IndustriStartup antariksaInovasi meningkat

Makna Rocket Revolution tidak berhenti pada kemampuan membuat roket lebih besar. Perubahan yang disorot justru berkaitan dengan cara manusia mencapai orbit dan siapa saja yang mempunyai kesempatan untuk berpartisipasi.

Selama beberapa dekade akses ke luar angkasa sangat erat dengan program pemerintah berskala besar. Biaya tinggi dan kompleksitas teknologi membuat jumlah pemain dalam industri ini relatif terbatas.

Kondisinya mulai berubah seiring berkembangnya teknologi roket yang dapat digunakan kembali. Komponen tertentu dapat dipulihkan dan digunakan kembali pada misi berikutnya sehingga membuka peluang peningkatan frekuensi peluncuran.

Perubahan tersebut juga memunculkan ekosistem baru. Perusahaan swasta, startup, perguruan tinggi dan negara yang sebelumnya belum menjadi pemain besar mulai mendapatkan ruang lebih luas dalam sektor antariksa.

PBB menjelaskan bahwa tema 2026 berfokus pada transformasi cepat dalam peluncuran antariksa. Pergeseran tersebut memengaruhi siapa yang bisa mencapai ruang angkasa, seberapa sering peluncuran dilakukan dan apa saja penggunaan teknologi antariksa.

Mengapa Rocket Revolution Penting bagi Dunia?

Rocket Revolution penting karena perubahan teknologi peluncuran dapat menurunkan hambatan untuk mengakses orbit. Ketika peluncuran menjadi lebih efisien dan tersedia lebih sering maka peluang penelitian, pengembangan satelit, layanan komersial dan misi ilmiah ikut meningkat.

Baca Juga:  Jadwal Sholat Jakarta Hari Ini 7 Oktober 2026, Cek Subuh Hingga Isya Terbaru

Perubahan pertama terlihat dari sisi teknologi. Roket reusable dirancang agar bagian tertentu dapat kembali digunakan setelah misi sehingga tidak seluruh kendaraan harus dibuat dari awal untuk setiap penerbangan.

Perubahan kedua muncul dari sisi bisnis. Penyedia peluncuran komersial menciptakan pilihan baru bagi organisasi yang ingin mengirim satelit atau muatan tertentu ke orbit.

Perubahan ketiga berkaitan dengan pendidikan. Tim universitas dan kelompok mahasiswa dapat terlibat dalam proyek teknologi antariksa sesuai kapasitas masing-masing.

Perubahan keempat menyangkut negara baru dalam industri antariksa. Ketika akses teknologi dan layanan peluncuran semakin berkembang maka lebih banyak negara mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan nasional.

Efek akhirnya tidak hanya terlihat di luar atmosfer. Satelit yang ditempatkan di orbit dapat mendukung komunikasi, navigasi, pemantauan cuaca, pengamatan Bumi dan berbagai aplikasi lainnya.

Itulah alasan Rocket Revolution menjadi tema yang relevan untuk 2026. Revolusi tersebut menyentuh ekosistem antariksa secara menyeluruh dan bukan hanya kendaraan peluncurnya.

Sejarah Pekan Antariksa Dunia dan Hubungannya dengan Sputnik

Sejarah Pekan Antariksa Dunia berawal dari keputusan Majelis Umum PBB pada 1999. Perayaan ini dibuat untuk memperingati kontribusi sains serta teknologi antariksa sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aktivitas luar angkasa.

Sputnik 1 menjadi salah satu titik sejarah utama. Satelit tersebut diluncurkan pada 4 Oktober 1957 dan membuka era eksplorasi ruang angkasa modern.

Keberhasilan Sputnik memperlihatkan bahwa manusia mampu menempatkan objek buatan di orbit Bumi. Peristiwa itu kemudian menjadi bagian penting dari perkembangan teknologi antariksa dan perlombaan ruang angkasa.

Sepuluh tahun kemudian terjadi tonggak berbeda. Outer Space Treaty mulai berlaku pada 10 Oktober 1967 dan memberikan prinsip mengenai aktivitas negara dalam eksplorasi serta pemanfaatan ruang angkasa.

Hubungan dua tanggal tersebut membuat 4–10 Oktober mempunyai makna khusus. Pekan Antariksa Dunia menghubungkan pencapaian teknologi dengan kebutuhan akan aturan dan kerja sama dalam aktivitas luar angkasa.

Perjalanannya kini memasuki fase baru. Fokus tidak lagi hanya tentang siapa yang pertama mencapai orbit tetapi juga bagaimana akses antariksa bisa berkembang dan dimanfaatkan secara lebih luas.

Apa Tujuan Pekan Antariksa Dunia 2026?

Tujuan Pekan Antariksa Dunia 2026 mencakup edukasi masyarakat, inspirasi generasi muda, dukungan terhadap program antariksa serta penguatan kerja sama internasional. Perayaan ini juga mendorong ketertarikan terhadap bidang STEM dan memperkenalkan manfaat teknologi antariksa dalam kehidupan manusia.

Beberapa tujuan utamanya meliputi.

  1. Mendorong minat generasi muda terhadap STEM Sains, teknologi, teknik dan matematika menjadi bagian penting dari perkembangan industri antariksa.
  2. Mengenalkan manfaat teknologi antariksa Masyarakat dapat melihat bahwa satelit dan teknologi ruang angkasa mempunyai manfaat langsung di Bumi.
  3. Mendukung edukasi keantariksaan Sekolah, kampus, museum, planetarium dan komunitas astronomi dapat membuat kegiatan sesuai kemampuan masing-masing.
  4. Meningkatkan dukungan publik Kegiatan publik membantu masyarakat memahami perkembangan program antariksa nasional maupun internasional.
  5. Mendorong kerja sama internasional World Space Week menjadi wadah yang mempertemukan lembaga pendidikan, pemerintah, industri dan komunitas.

Tujuan tersebut membuat peringatan ini tidak hanya relevan bagi astronom atau insinyur roket. Pelajar, guru, keluarga, komunitas sains dan masyarakat umum juga dapat mengambil bagian.

World Space Week Association menyebut perayaan ini sebagai salah satu platform besar untuk mempertemukan publik dengan sains dan teknologi antariksa. Pada 2025 aktivitas World Space Week dilaporkan berlangsung di lebih dari 100 negara dengan hingga 50.000 kegiatan.

Kegiatan Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia

Di Indonesia salah satu rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan momentum antariksa digelar melalui Pekan Astronomi Jakarta 2026. Kegiatan tersebut berlangsung 6–10 Oktober di kawasan Taman Ismail Marzuki dengan sejumlah agenda edukatif untuk masyarakat.

KegiatanWaktuLokasi
Pameran Astronomi6–10 OktoberTeater Kecil TIM
Planetarium Mini6–9 OktoberTeater Kecil TIM
Peneropongan Matahari6–10 OktoberTIM
Eksperimen Roket Air6–9 OktoberTIM

Rangkaian tersebut membuat tema Rocket Revolution terasa lebih dekat. Pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi melalui materi pameran tetapi juga dapat melihat aktivitas yang memperkenalkan prinsip dasar teknologi roket.

Eksperimen roket air menjadi salah satu contoh menarik. Aktivitas sederhana tersebut dapat digunakan untuk mengenalkan konsep gaya dorong, tekanan udara, gravitasi, energi dan prinsip fisika dasar.

Kegiatan seperti ini penting karena teknologi roket sering dianggap terlalu rumit bagi masyarakat umum. Eksperimen sederhana membantu mengubah konsep abstrak menjadi pengalaman yang lebih mudah dipahami.

Baca Juga:  Hasil Panjat Tebing Asian Games 2026: Desak Made Raih Emas, Indonesia Bawa Pulang 1 Medali

Pameran astronomi juga memberi ruang untuk mengenal objek langit dan teknologi pengamatan. Sementara Planetarium Mini menghadirkan pengalaman visual yang membantu masyarakat memahami fenomena astronomi.

Agenda seperti peneropongan Matahari mempunyai nilai edukasi tersendiri. Pengamatan harus dilakukan menggunakan metode yang aman dan perangkat yang sesuai agar mata tidak mengalami kerusakan.

Apa Saja Manfaat Teknologi Antariksa bagi Kehidupan?

Teknologi antariksa memberikan manfaat luas melalui satelit komunikasi, navigasi, pemantauan cuaca, pengamatan Bumi dan mitigasi bencana. Sebagian manfaat tersebut sudah menjadi bagian dari aktivitas modern sehingga keberadaan teknologi antariksa sering terasa tanpa disadari masyarakat.

Satelit komunikasi membantu menghubungkan berbagai wilayah. Infrastruktur tersebut mendukung pertukaran data dan komunikasi dalam skala luas.

Satelit navigasi membantu menentukan posisi dan arah. Teknologi ini kemudian digunakan dalam berbagai perangkat serta layanan yang membutuhkan informasi lokasi.

Pengamatan Bumi juga menjadi fungsi penting. Data dari satelit dapat digunakan untuk melihat perubahan permukaan, kondisi lingkungan dan berbagai fenomena yang terjadi di wilayah tertentu.

Informasi cuaca menjadi manfaat lain yang sangat dekat dengan kehidupan. Data pengamatan dari luar angkasa dapat membantu pemantauan sistem cuaca dan mendukung proses analisis.

Dalam konteks kebencanaan manfaatnya semakin jelas. Pengamatan wilayah dari luar angkasa dapat membantu menyediakan informasi ketika kondisi lapangan sulit dijangkau.

Karena itu pembahasan antariksa tidak seharusnya berhenti pada roket dan astronaut. Infrastruktur luar angkasa mempunyai hubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat di Bumi.

Mengapa Roket Reusable Menjadi Bagian Penting Revolusi Antariksa?

Roket reusable menjadi penting karena teknologi tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi sistem peluncuran. Kemampuan menggunakan kembali komponen kendaraan peluncur dapat membantu mengubah pola peluncuran dari sistem sekali pakai menuju operasi yang lebih berulang.

Dalam sistem tradisional komponen roket tertentu hanya digunakan dalam satu misi. Setelah peluncuran komponen tersebut tidak selalu dapat digunakan kembali.

Teknologi reusable mencoba mengubah pola tersebut. Bagian tertentu kendaraan dapat dipulihkan setelah penerbangan dan dipersiapkan untuk misi berikutnya.

Konsep tersebut memiliki dampak terhadap ekonomi peluncuran. Jika proses pemulihan dan penggunaan kembali berjalan efektif maka biaya serta waktu persiapan dapat ditekan.

Namun reusable bukan berarti semua peluncuran otomatis murah. Masih terdapat biaya perawatan, inspeksi, bahan bakar, infrastruktur, keselamatan dan berbagai kebutuhan operasional lainnya.

Karena itu makna Rocket Revolution lebih luas daripada satu teknologi. Revolusi tersebut mencakup perubahan sistem peluncuran, model bisnis, frekuensi misi dan ekosistem industri antariksa.

Dampak Rocket Revolution Bagi Indonesia

Rocket Revolution membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat riset, pendidikan, industri dan pengembangan sumber daya manusia bidang antariksa. Akses peluncuran yang semakin beragam dapat membantu lembaga pendidikan serta industri melihat peluang baru dalam pengembangan satelit dan teknologi terkait.

Indonesia mempunyai kebutuhan besar terhadap teknologi pengamatan wilayah. Kondisi geografis sebagai negara kepulauan membuat data berbasis satelit mempunyai nilai strategis untuk berbagai keperluan.

Dari sisi pendidikan peluangnya juga luas. Perguruan tinggi dapat mengembangkan penelitian terkait satelit, sensor, komunikasi, pemrograman, elektronika dan pengolahan data.

Startup juga dapat mengambil bagian dalam ekosistem tersebut. Tidak semua perusahaan harus membuat roket untuk disebut sebagai bagian dari industri antariksa.

Pengembangan perangkat lunak, data satelit, komponen elektronik dan layanan berbasis observasi Bumi juga dapat menjadi bagian dari ekonomi antariksa. Ekosistem yang tumbuh membutuhkan banyak keahlian di luar profesi astronaut.

Hal tersebut membuat pendidikan STEM semakin penting. Generasi muda yang tertarik dengan antariksa dapat memulai dari bidang yang tersedia di sekolah dan kampus.

Eksperimen roket air juga menunjukkan bahwa pengenalan teknologi tidak harus dimulai dari fasilitas mahal. Konsep fisika sederhana dapat menjadi pintu masuk untuk memahami teknologi yang jauh lebih kompleks.

Apa Hubungan Pekan Antariksa Dunia dengan Pendidikan STEM?

Pekan Antariksa Dunia mempunyai hubungan kuat dengan pendidikan STEM karena aktivitas antariksa membutuhkan ilmu sains, teknologi, teknik dan matematika. Tema Rocket Revolution juga dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk mengenalkan mekanika, aerodinamika, pemrograman, elektronika dan analisis data.

Pelajaran fisika dapat dikaitkan dengan gaya dorong dan gerak. Matematika dapat digunakan untuk menghitung lintasan dan berbagai parameter teknis.

Teknologi komputer juga mempunyai peran besar. Sistem antariksa membutuhkan perangkat lunak untuk pengolahan data, komunikasi, navigasi dan pengendalian berbagai sistem.

Elektronika menjadi bidang lain yang tidak kalah penting. Satelit membutuhkan sistem kelistrikan, sensor dan komunikasi yang mampu bekerja dalam lingkungan yang sangat berbeda dari Bumi.

Karena itu ketertarikan pada antariksa dapat berkembang menjadi banyak pilihan karier. Astronom bukan satu-satunya profesi yang berhubungan dengan sektor tersebut.

Baca Juga:  Rekrutmen TNI AD 2027 Dibuka 1 Oktober 2026, Cek Jadwal, Syarat, Cara Daftar dan Tahapan Seleksinya

Insinyur, programmer, ilmuwan data, teknisi elektronika, analis citra dan perancang misi juga mempunyai peran penting. Industri antariksa modern membutuhkan ekosistem talenta yang jauh lebih luas.

Apakah Pekan Antariksa Dunia 2026 Hanya untuk Penggemar Astronomi?

Pekan Antariksa Dunia 2026 tidak hanya ditujukan untuk penggemar astronomi. Perayaan ini dirancang untuk melibatkan pelajar, pendidik, keluarga, komunitas, lembaga pendidikan, museum, perusahaan dan masyarakat umum melalui berbagai kegiatan antariksa.

Kegiatan tidak harus berupa pengamatan objek langit. Seminar, pameran, proyek sekolah, eksperimen sederhana dan diskusi teknologi juga dapat menjadi bagian dari perayaan.

Konsep tersebut membuat World Space Week mudah diikuti oleh berbagai kelompok. Sekolah dapat membuat proyek STEM sedangkan komunitas dapat mengadakan kegiatan pengamatan langit.

Masyarakat umum juga dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memahami teknologi yang selama ini terasa jauh. Pengetahuan tentang satelit dan roket dapat dikaitkan dengan layanan yang digunakan setiap hari.

Di sinilah nilai edukasinya menjadi kuat. Antariksa bukan hanya tentang sesuatu yang berada jutaan kilometer dari Bumi.

Teknologi antariksa sudah menjadi bagian dari sistem kehidupan modern. Semakin masyarakat memahami hubungan tersebut maka semakin mudah melihat alasan mengapa pengembangan antariksa tetap penting.

Apa yang Membuat Pekan Antariksa Dunia 2026 Berbeda?

Pekan Antariksa Dunia 2026 menempatkan perubahan teknologi peluncuran sebagai sorotan utama melalui tema Rocket Revolution. Fokus ini terasa relevan karena industri antariksa sedang bergerak menuju ekosistem yang melibatkan perusahaan komersial, startup, universitas dan semakin banyak negara.

Perubahan tersebut juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya minat publik terhadap teknologi luar angkasa. Informasi tentang peluncuran roket dan misi astronomi semakin mudah ditemukan melalui berbagai platform.

World Space Week kemudian menjadi titik temu antara perkembangan industri dan edukasi masyarakat. Teknologi yang biasanya hanya dibahas dalam lingkungan profesional dapat diperkenalkan melalui kegiatan publik.

Google juga ikut meramaikan momentum 2026 melalui Doodle bertema antariksa pada 6 Oktober. Doodle tersebut menampilkan citra Rosebud Nebula yang diambil menggunakan James Webb Space Telescope dan memperlihatkan bagaimana teknologi observasi modern membantu manusia memahami alam semesta.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi sains dapat dilakukan dengan banyak cara. Tidak semua orang harus membaca jurnal ilmiah untuk mulai tertarik pada astronomi.

Sebuah gambar, eksperimen, planetarium atau cerita mengenai roket dapat menjadi titik awal. Dari rasa penasaran itu kemudian bisa tumbuh minat terhadap fisika, matematika dan teknologi.

Cara Mengikuti Pekan Antariksa Dunia 2026

Kegiatan World Space Week dapat diikuti melalui agenda publik yang tersedia di berbagai wilayah. Pilihan kegiatan bergantung pada kota dan penyelenggara sehingga jadwal serta kapasitas peserta perlu diperiksa sebelum datang.

  1. Cari kegiatan antariksa di kota terdekat Periksa agenda planetarium, observatorium, kampus atau komunitas astronomi.
  2. Cek jadwal penyelenggara Pastikan tanggal dan jam kegiatan sesuai dengan agenda yang tersedia.
  3. Perhatikan ketentuan peserta Beberapa kegiatan dapat mempunyai kapasitas terbatas atau sistem pendaftaran tertentu.
  4. Pilih kegiatan edukatif Pameran, planetarium dan eksperimen roket dapat menjadi pilihan untuk pelajar.
  5. Ikuti materi bertema Rocket Revolution Pelajari bagaimana teknologi peluncuran mengubah akses manusia menuju orbit.
  6. Gunakan sumber resmi untuk informasi terbaru Kalender kegiatan global tersedia melalui situs World Space Week Association.

Bagi keluarga kegiatan seperti planetarium atau eksperimen roket dapat menjadi aktivitas edukatif. Bagi pelajar momentum tersebut bisa dikembangkan menjadi bahan proyek sains.

Sementara bagi mahasiswa kegiatan bertema antariksa dapat menjadi pintu untuk mengenal bidang riset. Industri yang berkembang membutuhkan talenta dari banyak disiplin.

Perkembangan Antariksa Setelah Rocket Revolution

Rocket Revolution menunjukkan bahwa masa depan antariksa kemungkinan semakin ditentukan oleh kemampuan meningkatkan akses. Ketika biaya dan hambatan teknis dapat ditekan maka jumlah pihak yang mampu memanfaatkan ruang angkasa berpotensi bertambah.

Konsekuensinya adalah meningkatnya kebutuhan terhadap tata kelola. Semakin banyak objek diluncurkan maka semakin penting pengelolaan aktivitas ruang angkasa secara bertanggung jawab.

Isu keberlanjutan juga ikut menjadi perhatian. Penggunaan orbit harus mempertimbangkan keselamatan dan risiko yang dapat muncul dari semakin padatnya aktivitas antariksa.

Di sisi lain peluang ekonominya juga semakin besar. Satelit, data pengamatan Bumi, komunikasi dan layanan berbasis antariksa dapat menciptakan kebutuhan baru terhadap teknologi serta tenaga profesional.

Indonesia mempunyai peluang untuk mengambil bagian dalam perkembangan tersebut. Kuncinya bukan hanya membeli teknologi tetapi membangun kemampuan riset, pendidikan dan industri yang mampu menghasilkan inovasi.

Pekan Antariksa Dunia 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Tema Rocket Revolution menggambarkan perubahan cara manusia memandang akses menuju luar angkasa.

Dari Sputnik 1 hingga roket reusable perjalanan teknologi antariksa menunjukkan perubahan yang sangat panjang. Pertanyaan berikutnya bukan lagi sekadar apakah manusia bisa mencapai orbit.

Pertanyaannya adalah seberapa luas manfaat ruang angkasa dapat dibawa kembali ke Bumi. Di titik itulah pendidikan, teknologi, industri dan kebijakan akan menentukan bab berikutnya dari revolusi antariksa.

FAQ Seputar Pekan Antariksa Dunia 2026

Pekan Antariksa Dunia 2026 diperingati kapan?
Pekan Antariksa Dunia 2026 diperingati pada 4–10 Oktober 2026.

Apa tema Pekan Antariksa Dunia 2026?
Tema World Space Week 2026 adalah Rocket Revolution atau Revolusi Roket.

Mengapa 4 Oktober dipilih sebagai awal World Space Week?
Tanggal 4 Oktober memperingati peluncuran Sputnik 1 pada 1957 sebagai satelit buatan manusia pertama yang mengorbit Bumi.

Apa kegiatan Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia?
Salah satu rangkaiannya adalah Pekan Astronomi Jakarta 2026 yang menghadirkan pameran astronomi, Planetarium Mini, peneropongan Matahari dan eksperimen roket air.

Apa arti Rocket Revolution?
Rocket Revolution menggambarkan perubahan teknologi peluncuran yang membuat akses ke luar angkasa semakin terbuka melalui inovasi roket, penyedia komersial dan pemain baru.