Profil Suroso Isnandar, Dirut PLN Baru Pengganti Darmawan Prasodjo, Doktor ITB dengan Pengalaman 30 Tahun

Suroso Isnandar resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero) menggantikan Darmawan Prasodjo melalui keputusan pemegang saham pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Sosok yang dikenal memiliki latar belakang teknik elektro ini membawa pengalaman panjang di sektor ketenagalistrikan serta pernah menduduki sejumlah posisi strategis di perusahaan listrik negara tersebut.

Pergantian pucuk pimpinan PLN menjadi perhatian publik karena perusahaan ini memegang peran penting dalam penyediaan listrik bagi masyarakat dan industri.

Kepemimpinan baru juga menghadapi tantangan untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia.

Berdasarkan profil resmi PLN, Suroso lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1971. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB), meraih gelar magister dari University of Abertay di Inggris, dan menuntaskan pendidikan doktoral di bidang Teknik Elektro pada 2025.

Pengalaman Suroso mencakup pengelolaan sistem tenaga listrik, operasional pembangkitan dan penyaluran, perencanaan sistem, teknologi informasi, manajemen risiko, hingga pengembangan energi terbarukan.

Rekam jejak tersebut menjadi modal penting untuk memimpin PLN di tengah kebutuhan listrik yang terus berkembang dan tuntutan transformasi sektor energi nasional.

Profil Suroso Isnandar, Dirut PLN Baru

Suroso Isnandar adalah eksekutif karier PLN dengan latar belakang teknik elektro dan pengalaman lintas bidang di industri ketenagalistrikan.

Ia ditetapkan sebagai Direktur Utama PLN pada 14 Oktober 2026 untuk menggantikan Darmawan Prasodjo, setelah sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan.

InformasiKeterangan
NamaSuroso Isnandar
Tempat lahirKlaten, Jawa Tengah
Tanggal lahir12 Agustus 1971
Pendidikan sarjanaInstitut Teknologi Bandung
Pendidikan magisterUniversity of Abertay, Inggris
Pendidikan doktorInstitut Teknologi Bandung
Jabatan terbaruDirektur Utama PLN
Jabatan sebelumnyaDirektur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan
KeahlianSistem tenaga listrik, transformasi digital, manajemen risiko, energi terbarukan

Profil tersebut memperlihatkan bahwa Suroso meniti karier melalui bidang teknis dan manajerial yang berkaitan langsung dengan operasional PLN. Pengalamannya tidak hanya berada pada pengelolaan pembangkit dan jaringan listrik, tetapi juga mencakup perencanaan sistem serta pengembangan teknologi.

Penunjukannya menjadi perhatian karena PLN mengelola infrastruktur kelistrikan berskala nasional. Keputusan strategis perusahaan berpengaruh terhadap keandalan pasokan energi, pelayanan pelanggan, kegiatan industri, dan agenda transisi energi Indonesia.

Siapa Suroso Isnandar dan Apa Jabatan Barunya di PLN?

Suroso Isnandar adalah pejabat internal PLN yang menempuh perjalanan karier melalui berbagai unit operasional dan posisi strategis perusahaan. Pada 14 Oktober 2026, ia ditunjuk menjadi Direktur Utama untuk menggantikan Darmawan Prasodjo berdasarkan keputusan pemegang saham yang diberitakan sejumlah media nasional.

Pergantian tersebut menempatkan Suroso di posisi tertinggi dalam jajaran eksekutif PLN. Ia bertanggung jawab memimpin arah perusahaan dalam menjalankan mandat penyediaan listrik dan mendukung pengembangan sektor energi nasional.

Sebelum penunjukan tersebut, Suroso menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Posisi itu diembannya berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-159/MBU/06/2025 tertanggal 18 Juni 2025.

Laporan media pada hari pengangkatannya juga menyebutkan bahwa Suroso sementara merangkap jabatan lamanya sampai ada pengganti untuk posisi Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Karena itu, susunan jabatan tersebut perlu dibedakan antara keputusan pengangkatan sebagai Dirut dan penataan lanjutan di jajaran direksi.

Baca Juga:  Naruto Shadow Rising Resmi Diumumkan, Manga Baru Masashi Kishimoto Siap Bawa Kejutan Pada 2026

Pergantian ini juga bukan berarti seluruh jajaran direksi otomatis mengalami perubahan. Menurut keterangan Komisaris Independen PLN Andi Arief yang dikutip Liputan6.com, perubahan pada saat itu berfokus pada posisi direktur utama.

Pendidikan Suroso Isnandar, dari ITB hingga Meraih Gelar Doktor

Pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesional Suroso Isnandar. Ia memiliki latar belakang akademik yang berfokus pada sistem tenaga listrik dan teknik elektro, dengan pendidikan lanjutan di Inggris serta gelar doktor dari ITB pada 2025.

1. Sarjana Teknik di Institut Teknologi Bandung

Suroso menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung pada 1994. Bidang yang dipelajarinya adalah Power System Engineering atau rekayasa sistem tenaga listrik.

Bidang tersebut berkaitan dengan perencanaan dan pengoperasian sistem yang menghasilkan serta menyalurkan energi listrik. Kompetensi ini relevan dengan kebutuhan perusahaan utilitas seperti PLN yang harus menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan listrik.

Pemahaman tentang sistem tenaga juga menjadi dasar untuk menangani tantangan operasional. Hal tersebut mencakup keandalan jaringan, pengaturan beban, dan perencanaan pengembangan infrastruktur kelistrikan.

2. Gelar Magister dari University of Abertay

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Suroso melanjutkan studi ke University of Abertay di Inggris. Ia meraih gelar Master of Science dalam bidang Power System Engineering and Management pada 1999.

Program tersebut memadukan pemahaman teknis mengenai sistem tenaga listrik dengan aspek pengelolaannya. Kombinasi kompetensi teknis dan manajerial dapat mendukung pekerjaan yang melibatkan operasi jaringan serta pengambilan keputusan di perusahaan ketenagalistrikan.

Bekal pendidikan tersebut sejalan dengan perjalanan karier Suroso yang kemudian mencakup unit operasional dan fungsi strategis di PLN. Meski demikian, pendidikan akademik tetap perlu dilihat bersama pengalaman profesional untuk memahami kapasitas seorang pemimpin perusahaan.

3. Meraih Gelar Doktor Teknik Elektro dari ITB

Suroso menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang Teknik Elektro di ITB pada 2025. Pencapaian ini melengkapi pendidikan sarjana dan magisternya yang sama-sama berkaitan dengan sistem tenaga listrik.

Pendidikan doktoral menunjukkan pendalaman keilmuan yang lebih tinggi. Namun, gelar akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam memimpin perusahaan besar karena pelaksanaan strategi dan hasil operasional juga menjadi faktor penting.

Bagi PLN, pemahaman teknis yang kuat dapat membantu pembahasan mengenai pengembangan jaringan, integrasi energi terbarukan, dan pemanfaatan teknologi. Keberhasilan penerapannya tetap bergantung pada kualitas perencanaan, investasi, tata kelola, serta koordinasi antarfungsi.

Perjalanan Karier Suroso Isnandar di PLN

Suroso Isnandar memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di lingkungan ketenagalistrikan. Riwayat jabatannya mencakup pengelolaan unit operasional, pengaturan beban sistem Jawa-Madura-Bali, teknologi informasi, manajemen risiko, dan pengembangan proyek energi baru terbarukan.

PeriodeJabatan
1994Menyelesaikan pendidikan sarjana di ITB
1999Meraih gelar magister dari University of Abertay
2019–2021General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi
2021–2022General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali
2022–2023Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi di Direktorat Utama PLN
2023–2025Direktur Manajemen Risiko PLN
2025–2026Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan
14 Oktober 2026Ditunjuk sebagai Direktur Utama PLN

1. Mengelola Pembangkitan dan Penyaluran Listrik di Sulawesi

Pada periode 2019–2021, Suroso menjabat General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi. Jabatan ini berkaitan dengan pengelolaan kegiatan pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik di wilayah tersebut.

Pengalaman pada unit operasional memberikan pemahaman tentang kebutuhan teknis dan koordinasi dalam penyediaan listrik. Pengelolaan pembangkitan dan penyaluran juga memerlukan perhatian pada keandalan peralatan, kesiapan sistem, serta penanganan gangguan.

Pengalaman tersebut relevan bagi seorang pimpinan PLN karena keputusan di tingkat pusat harus mempertimbangkan kondisi operasional di berbagai wilayah. Kebutuhan sistem kelistrikan di setiap daerah dapat berbeda sesuai karakteristik jaringan dan pertumbuhan permintaan.

2. Memimpin Pengaturan Beban Jawa, Madura, dan Bali

Pada 2021–2022, Suroso dipercaya menjadi General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali. Jabatan ini berhubungan dengan pengaturan operasi sistem kelistrikan di salah satu kawasan dengan aktivitas ekonomi besar di Indonesia.

Baca Juga:  Kalender 2028 Lengkap 12 Bulan, Cek Tanggal Merah, Libur Nasional dan Prediksi Long Weekend

Pengaturan beban merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik. Sistem harus beroperasi secara terkoordinasi agar perubahan permintaan dan kondisi pembangkit dapat ditangani tanpa mengabaikan keandalan jaringan.

Pengalaman tersebut memberi Suroso perspektif mengenai pentingnya pengambilan keputusan operasional secara tepat. Kompetensi seperti ini menjadi relevan ketika PLN menghadapi perubahan pola konsumsi listrik dan pengembangan sumber energi baru.

3. Memimpin Satuan Digital dan Teknologi Informasi

Suroso kemudian menjabat Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PLN Kantor Pusat untuk periode 2022–2023. Peran ini memperluas pengalaman profesionalnya dari urusan teknis kelistrikan menuju pengembangan teknologi dan transformasi digital.

Pemanfaatan teknologi informasi dapat membantu perusahaan mengelola data operasional, meningkatkan koordinasi, dan memperkuat proses pengambilan keputusan. Dalam industri ketenagalistrikan, sistem digital juga berpotensi mendukung pemantauan infrastruktur dan peningkatan efisiensi kerja.

Meski demikian, transformasi digital membutuhkan lebih dari sekadar penerapan perangkat lunak. Kesiapan sumber daya manusia, keamanan sistem, integrasi data, dan tata kelola menjadi bagian yang menentukan keberhasilan penerapannya.

4. Menjabat Direktur Manajemen Risiko PLN

Sebelum mengelola proyek dan energi baru terbarukan, Suroso pernah menjabat Direktur Manajemen Risiko PLN pada periode September 2023 hingga Juni 2025. Informasi masa jabatan tersebut tercantum dalam profil profesionalnya di LinkedIn.

Manajemen risiko memiliki peran penting dalam perusahaan yang mengelola infrastruktur berskala nasional. Risiko dapat berkaitan dengan operasional pembangkit, gangguan jaringan, pelaksanaan proyek, pembiayaan, hingga perubahan kebijakan sektor energi.

Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal dalam mempertimbangkan berbagai skenario sebelum keputusan strategis diambil. Namun, dampak nyata dari pengalaman tersebut perlu dinilai berdasarkan kebijakan dan hasil kerja selama kepemimpinannya sebagai direktur utama.

5. Mengelola Proyek dan Energi Baru Terbarukan

Pada 18 Juni 2025, Suroso diangkat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN. Penetapan tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-159/MBU/06/2025.

Jabatan ini berkaitan dengan pengelolaan proyek dan pengembangan sumber energi baru terbarukan. Bidang tersebut menjadi strategis ketika sistem kelistrikan perlu memenuhi pertumbuhan permintaan sekaligus menyesuaikan diri dengan agenda transisi energi.

Pengembangan energi terbarukan membutuhkan perencanaan proyek yang matang. Ketersediaan sumber energi, kesiapan jaringan, kebutuhan investasi, dan karakteristik pasokan merupakan sejumlah aspek yang harus diperhitungkan.

Perpindahan dari posisi tersebut ke kursi direktur utama membuat pengalaman teknis dan manajerial Suroso semakin relevan untuk diperhatikan. Publik akan menilai bagaimana pengalaman itu diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak terhadap layanan listrik dan pengembangan energi nasional.

Keahlian Suroso Isnandar yang Menjadi Sorotan

Suroso memiliki pengalaman di bidang sistem tenaga listrik, pengelolaan operasional, teknologi informasi, manajemen risiko, dan energi terbarukan. Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan kariernya mencakup aspek teknis sekaligus fungsi strategis yang dibutuhkan dalam pengelolaan perusahaan ketenagalistrikan.

Sistem tenaga listrik dan keandalan jaringan

Sistem tenaga listrik menjadi salah satu bidang utama dalam perjalanan profesional Suroso. Pengalamannya di unit pembangkitan, penyaluran, dan pengaturan beban berkaitan dengan kebutuhan menjaga kontinuitas pasokan energi.

Keandalan sistem tidak hanya ditentukan oleh kapasitas pembangkit. Kondisi jaringan, pengaturan beban, kesiapan peralatan, dan kecepatan penanganan gangguan juga berpengaruh terhadap kualitas layanan.

Bagi pelanggan, aspek tersebut berkaitan dengan ketersediaan listrik untuk rumah tangga, kegiatan usaha, dan industri. Meski demikian, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa pergantian direktur utama secara langsung akan menghasilkan perubahan layanan dalam waktu tertentu.

Transformasi digital dan teknologi informasi

Pengalaman Suroso sebagai Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi menunjukkan keterlibatannya dalam fungsi teknologi di PLN. Bidang ini penting bagi perusahaan yang mengelola banyak aset dan membutuhkan koordinasi operasional secara luas.

Transformasi digital dapat mendukung pemantauan sistem dan penggunaan data untuk memperbaiki proses kerja. Penerapan teknologi yang tepat juga berpotensi membantu perusahaan mengidentifikasi gangguan dan mengelola sumber daya secara lebih efisien.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa investasi digital benar-benar menghasilkan manfaat. Keamanan siber, kualitas data, integrasi sistem, dan kesiapan pegawai perlu menjadi bagian dari perencanaan.

Manajemen risiko dan tata kelola

Suroso juga tercatat memiliki sertifikasi Qualified Risk Governance Professional atau QRGP. Sertifikasi tersebut menunjukkan kompetensi yang berkaitan dengan tata kelola risiko.

Baca Juga:  Cara Tukar Gift TikTok Menjadi Cuan 2026, Cek Syarat dan Langkah Pencairannya

Manajemen risiko membantu perusahaan mengenali kemungkinan masalah dan menyiapkan langkah mitigasi. Dalam industri listrik, pendekatan ini relevan untuk mengelola risiko proyek, gangguan operasional, serta perubahan kondisi bisnis dan teknologi.

Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal dalam pengambilan keputusan di tingkat direksi. Akan tetapi, kualitas tata kelola tetap harus dilihat dari penerapan kebijakan dan hasil pengawasan selama perusahaan beroperasi.

Pengembangan energi baru terbarukan

Bidang energi baru terbarukan menjadi salah satu tanggung jawab Suroso sebelum diangkat sebagai direktur utama. Pengalaman tersebut berkaitan dengan agenda pengembangan sumber energi yang lebih beragam dalam sistem kelistrikan Indonesia.

Pengembangan energi terbarukan memerlukan koordinasi antara pembangkitan, transmisi, distribusi, dan perencanaan sistem. Perusahaan juga harus mempertimbangkan karakteristik sumber energi serta kebutuhan menjaga keseimbangan pasokan listrik.

Kepemimpinan Suroso akan diuji dalam menentukan prioritas proyek dan memastikan pelaksanaannya berjalan efektif. Ukuran keberhasilannya tidak hanya jumlah proyek yang direncanakan, tetapi juga realisasi, manfaat, dan kontribusinya terhadap keandalan sistem.

Apa Tantangan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama PLN?

Tantangan utama Suroso sebagai Dirut PLN mencakup menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas pelayanan, mengelola investasi infrastruktur, dan mendukung transisi energi. Semua agenda tersebut membutuhkan koordinasi operasional dan pengelolaan risiko yang konsisten di tengah kebutuhan listrik nasional yang terus berkembang.

1. Menjaga pasokan listrik tetap andal

PLN perlu memastikan bahwa pasokan listrik mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga, industri, dan sektor usaha. Tantangan ini memerlukan kesiapan pembangkit serta jaringan transmisi dan distribusi yang dapat beroperasi secara andal.

Gangguan listrik dapat memengaruhi kegiatan masyarakat dan menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha. Karena itu, pemeliharaan infrastruktur, penguatan sistem, dan penanganan gangguan menjadi bagian penting dalam pengelolaan perusahaan.

2. Mempercepat pembangunan infrastruktur

Pertumbuhan kebutuhan energi menuntut pengembangan infrastruktur kelistrikan yang direncanakan secara matang. Pembangunan pembangkit dan jaringan harus mempertimbangkan kebutuhan wilayah serta kesiapan sistem untuk menerima tambahan pasokan.

Proyek infrastruktur juga menghadapi tantangan dari sisi pembiayaan, pengadaan, jadwal, dan pelaksanaan teknis. Pengalaman Suroso dalam manajemen proyek berpotensi relevan untuk mengelola tantangan tersebut, tetapi hasilnya perlu dinilai melalui realisasi proyek.

3. Mendorong energi baru terbarukan

Pengembangan energi baru terbarukan memerlukan perencanaan yang mempertimbangkan karakteristik masing-masing sumber energi. Integrasinya ke jaringan juga harus memperhatikan kestabilan dan keandalan sistem.

Tantangan ini membutuhkan koordinasi antara pengembangan pembangkit dan kesiapan jaringan. Pengalaman Suroso pada direktorat yang menangani proyek serta energi baru terbarukan dapat menjadi bekal untuk meneruskan agenda tersebut.

4. Meningkatkan pelayanan pelanggan

Pelayanan pelanggan menjadi salah satu aspek yang langsung dirasakan masyarakat. Ketersediaan listrik, kecepatan penanganan gangguan, dan kemudahan akses layanan merupakan bagian dari kualitas pelayanan perusahaan.

Perbaikan layanan membutuhkan evaluasi proses kerja dan pemanfaatan teknologi yang sesuai. Keberhasilan kepemimpinan baru pada bidang ini dapat dinilai melalui indikator layanan dan pengalaman pelanggan dari waktu ke waktu.

5. Menjaga tata kelola dan efisiensi perusahaan

Perusahaan dengan skala operasional besar membutuhkan pengawasan terhadap penggunaan sumber daya dan pelaksanaan proyek. Tata kelola yang baik membantu memastikan keputusan dibuat berdasarkan pertimbangan yang terukur serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengalaman Suroso dalam manajemen risiko dapat menjadi modal untuk memperkuat proses tersebut. Meski begitu, efektivitasnya akan bergantung pada pelaksanaan kebijakan dan koordinasi seluruh jajaran perusahaan.

Apa Arti Pergantian Dirut PLN bagi Masyarakat?

Pergantian direktur utama PLN merupakan perubahan kepemimpinan perusahaan dan tidak otomatis berarti tarif listrik, kebijakan pelanggan, atau kualitas pasokan langsung berubah. Dampak bagi masyarakat akan bergantung pada keputusan resmi perusahaan dan kebijakan sektor energi yang diterapkan setelah pergantian tersebut.

Bagi pelanggan rumah tangga, hal yang paling penting adalah keberlanjutan pasokan listrik dan kualitas pelayanan. Perubahan di tingkat direksi tidak dengan sendirinya menjadi pengumuman mengenai tarif atau aturan baru.

Bagi pelaku usaha dan industri, kepastian pasokan listrik menjadi salah satu faktor yang mendukung kegiatan operasional. Karena itu, perhatian terhadap keandalan sistem dan pengembangan infrastruktur tetap relevan setelah perubahan pimpinan.

Masyarakat sebaiknya membedakan antara penunjukan pejabat dan perubahan kebijakan. Informasi mengenai tarif, program pelanggan, atau ketentuan layanan perlu merujuk pada pengumuman resmi PLN dan instansi berwenang.

Suroso Isnandar dan Arah Transformasi PLN ke Depan

Pengalaman Suroso di bidang operasional, teknologi informasi, manajemen risiko, serta energi terbarukan memberi gambaran mengenai sejumlah kompetensi yang dibawanya ke posisi direktur utama. Namun, arah transformasi perusahaan berikutnya perlu dilihat berdasarkan keputusan resmi dan pelaksanaan program yang diumumkan setelah pergantian kepemimpinan.

Salah satu perhatian penting adalah hubungan antara pertumbuhan kebutuhan listrik dan pengembangan infrastruktur. Perusahaan perlu memastikan bahwa investasi pembangkit dan jaringan dapat mendukung permintaan sekaligus menjaga keandalan sistem.

Perhatian lain adalah penggunaan teknologi untuk meningkatkan efektivitas operasional. Pengalaman Suroso di bidang digital dapat menjadi bekal untuk mengembangkan sistem kerja yang lebih terintegrasi apabila didukung prioritas dan pelaksanaan yang tepat.

Pada saat yang sama, agenda energi terbarukan memerlukan perencanaan jangka panjang. Keputusan investasi perlu memperhatikan kesiapan jaringan, karakteristik sumber energi, dan kebutuhan pasokan yang stabil.

Perjalanan kepemimpinan Suroso pada akhirnya akan dinilai melalui hasil nyata. Realisasi proyek, keandalan pasokan, kualitas pelayanan, efisiensi operasional, dan kemajuan pengembangan energi menjadi sejumlah indikator yang patut dicermati publik.

FAQ Seputar Profil Suroso Isnandar

Siapa Suroso Isnandar?
Suroso Isnandar adalah eksekutif PLN yang ditunjuk sebagai Direktur Utama pada 14 Oktober 2026 untuk menggantikan Darmawan Prasodjo.

Berapa umur Suroso Isnandar?
Suroso Isnandar lahir pada 12 Agustus 1971. Per 14 Oktober 2026, usianya 55 tahun.

Apa pendidikan Suroso Isnandar?
Ia meraih gelar sarjana dari ITB pada 1994, gelar magister dari University of Abertay pada 1999, dan gelar doktor Teknik Elektro dari ITB pada 2025.

Apa jabatan Suroso Isnandar sebelum menjadi Dirut PLN?
Ia menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN sejak 18 Juni 2025.

Apa keahlian Suroso Isnandar?
Keahliannya mencakup sistem tenaga listrik, operasional pembangkitan dan penyaluran, teknologi informasi, manajemen risiko, serta pengembangan energi terbarukan.